Pemerintah Diminta Kawal Penambahan Kuota Haji thumbnail
Pemerintah Diminta Kawal Penambahan Kuota Haji
3-October-2016
Fikih Haji (1): Hukum dan Syarat Haji thumbnail
Fikih Haji (1): Hukum dan Syarat Haji
6-October-2016
Jamaah Haji Indonesia di Saudi Tinggal 38,1 Persen thumbnail

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH  — Sebagian besar jamaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air sejak keberangkatan kepulangan kloter pertama dilangsungkan pada 17 September lalu. Kini tinggal 38,1 persen atau 58.754 jamaah regular yang masih berada di Arab Saudi.

Kepulangan Gelombang I lewat bandara internasional King Abdul Aziz (KAAIA) Jeddah telah rampung sejak rombongan BDJ-01 diberangkatkan sebagai kloter pertama pada 17 September. Total ada 85.502 jamaah dan 1.060 petugas kloter yang diterbangkan menuju Tanah Air lewat Jeddah.

‘’Pemberangkatan kepulangan lewat Bandara King Abdul Aziz Jeddah telah selesai pada Jumat tanggal 30 September. Ada sebanyak 212 kloter yang diterbangkan lewat bandara Jeddah,’’ kata Kepala Daker Bandara Jeddah-Madinah, Nurul Badruttamam Makkiy, di Madinah, Arab Saudi, seperti dilaporkan wartawan Republika, Didi Purwadi, Senin (3/10).

Sementara, kepulangan Gelombang II melalui bandara internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah sudah dimulai sejak 1 Oktober. Hingga Senin (3/10) ini, sudah 24 kloter dengan jumlah 9.793 jamaah dan 120 petugas kloter yang diterbangkan menuju Tanah Air melalui Madinah.

Nurul mengatakan jumlah total kepulangan Gelombang I dan II hingga Senin ini berjumlah 95.295 jamaah dan 1.180 petugas kloter. Dengan total jumlah jamaah regular sebanyak 154.049 orang, maka ada 58.754 jamaah atau 38,1 persen yang masih berada di Arab Saudi. Semuanya, yang kini masih berada di Makkah ataupun sudah berada Madinah, akan terbang menuju Tanah Air melalui bandara Madinah setelah melakukan ibadah Arbain di Masjid Nabawi selama delapan hari.

Ada sebanyak 168.000 jamaah Indonesia yang berangkat menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 2016. Sebanyak 91,94 persen merupakan jamaah haji regular, sementara 8,06 persen atau 13.600 orang adalah jamaah haji khusus.

Haji regular terdiri atas 154.049 jamaah haji dan 1.151 petugas haji daerah. Semuanya tergabung dalam 383 kloter. Sedangkan, haji khusus pun terdiri dari jamaah haji khusus sebanyak 12.831 orang dan petugas PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus) sebanyak 769 orang.

Jamaah haji Indonesia diberangkatkan dalam dua gelombang. Gelombang pertama diterbangkan pada 9-21 Agustus 2016 langsung menuju Madinah. Sementara, gelombang kedua berangkat menuju Jeddah pada 22 Agustus hingga closing date (penutupan bandara di Arab Saudi) pada 4 September.

Kepulangan jamaah juga dibagi dalam dua gelombang. Kepulangan gelombang I melalui Jeddah sudah rampung dilakukan mulai 17 September sampai 30 September lalu. Kloter BTH 14 (Sintang, Sekadau, Kayong Utara dan Sambas Kalbar) menjadi kloter terakhir dari Gelombang I yang diterbangkan pada Jumat (30/9). Diterbangkan dari Jeddah pada pukul 21.50 waktu Saudi, mereka tiba di Bandara Hang Nadim Batam pada Sabtu (1/10) pukul 10.50 WIB.

Kepulangan Gelombang II melalui bandara Madinah sudah dimulai pada Sabtu tanggal 1 Oktober. Sebanyak 3 kloter dengan jumlah 1.325 jamaah diterbangkan pada hari pertama pemberangkatan gelombang II tersebut.

Kloter SUB-35 (Sidoarjo, Mojokerto, Gresik dan Surabaya) menjadi kloter pertama yang diterbangkan menuju Tanah Air dari bandara Madinah. Diberangkatkan pada Sabtu (1/10) pukul 03.25 waktu Saudi, jamaah SUB-35 tiba di Bandara Juanda Surabaya pada Sabtu (1/10) pukul 17.30 WIB.

Sementara, kloter SOC-74 (Kebumen, Semarang, Demak, Salatiga, Kendal, Sragen, Magelang dan Boyolali) menjadi kloter terakhir dari pemberangkatan kepulangan Gelombang II. Dijadwalkan terbang dari Madinah pada Sabtu (15/10) pukul 02.30 waktu Saudi, kloter SOC-74 dijadwalkan tiba di Bandara Adi Sumarmo Solo pada 15 Oktober pukul 14.50 WIB.