4 Hal Yang Perlu Dipersiapkan Untuk Menyambut Ramadhan thumbnail
4 Hal Yang Perlu Dipersiapkan Untuk Menyambut Ramadhan
30-April-2018
Keutamaan membaca Surat Al Kahfi pada hari Jum’at
6-July-2018
10 Persiapan Menyambut Bulan Ramadhan yang Sudah Semakin Dekat thumbnail

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bagaimana Kita Mempersiapkan Diri untuk Menyambut Bulan Ramadhan?

Pertama : Taubat yang Benar
Taubat ini wajib dalam setiap waktu, akan tetapi karena seseorang akan menyambut bulan ramadhan, bulan yang agung lagi penuh berkah maka sudah sepantasnya dia bersegera untuk bertaubat dari segala dosa yang berkaitan antara dia dengan Rab-nya, dan dari hak-hak yang dilanggar antara dia dan orang lain, agar masuk bulan ramadhan yang penuh berkah, dan dia dapat menyibukkan diri dengan berbagai ketaatan dan ibadah dengan lapang dada serta hati yang tenang. Allah ta’ala berfirman :

{وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ} [النور: 31]
{Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.} [an Nur : 31]

,
Dan Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

«يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللهِ، فَإِنِّي أَتُوبُ، فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ، مَرَّةٍ»
(Wahai sekalian manusia bertaubatlah kepada Allah, sesungguhya saya bertaubat kepada-Nya 100x dalam sehari) [HR. Muslim]

Kedua : Do’a
Sungguh terdapat riwayat dari sebagian salaf bahwasanya mereka dahulu berdo’a kepada Allah selama 6 bulan agar Allah memanjangkan umurnya sampai di bulan ramadhan, kemudian berdo’a selama 5 bulan setelah itu hingga Allah menerima amal ibadah mereka. Maka hendaknya seorang muslim berdo’a kepada Rab-nya ta’ala agar memanjangkan umurnya sampai di bulan ramadhan diatas kebaikan dalam agama dan raganya, dan berdo’a kepada-Nya agar menolongnya diatas ketaatan di bulan ramadhan serta berdo’a kepada-Nya agar menerima amal ibadahnya.

Ketiga : Gembira dengan masuknya bulan yang agung ini
Sesungguhnya masuknya bulan ramadhan termasuk nikmat Allah yang agung atas hamba-Nya, karena ramadhan termasuk musim penuh kebaikan, yang dibuka pada bulan ini pintu-pintu surga dan dikunci pintu-pintu neraka di bulan ini dan Ramadhan adalah bulannya al Qur’an. Allah ta’ala berfirman :

{قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ} [يونس: 58]
(Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.) [Yunus:58]

Keempat : Membebaskan diri dari utang puasa wajib
A’isyah radhiallohu ‘anha berkata :

«كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَهُ إِلَّا فِي شَعْبَانَ،»
Dahulu saya memiliki utang puasa di bulan ramadhan, lalu saya tidak mampu menggantinya kecuali setelah bulan sya’ban. [Muttafaq ‘alaih]

Kelima : Membekali diri dengan ilmu, agar dia memahami hukum-hukum puasa dan mengetahui keutamaan ramadhan.

Keenam : Bersegera menyelesaikan tugas-tugas yang terkadang menyibukkan seorang muslim di bulan ramadhan, yang menyibukkannya dari mengerjakan berbagai macam ibadah.

Ketujuh : Duduk bersama penghuni rumah, istri dan anak-anak untuk memberitahukan kepada mereka tentang hukum-hukum puasa dan memberi semangat kepada yang masih muda-muda untuk berpuasa.

Kedelapan : Menyiapkan beberapa buku yang bisa dibaca atau menghadiahkannya kepada Imam masjid agar dia membacakan buku-buku tersebut kepada seluruh jama’ah.

Kesembilan : Berpuasa di bulan sya’ban sebagai persiapan untuk puasa di bulan ramadhan.
A’isyah radhiallohu ‘anha mengatakan :

فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
Saya tidak pernah melihat Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali ramadhan, dan saya tidak melihatnya lebih banyak puasa di bulan lain dibanding sya’ban. [Muttafaq ‘alaih]

,
Dan Beliau shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

«ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبَ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ»
(Itu adalah bulan yang manusia lalai darinya, bulan diantara rajab dan ramadhan, dan dia adalah bulan yang diangkat di dalamnya seluruh amalan kepada Rab semesta alam, maka saya suka kalau amalanku diangkat sementara saya dalam keadaan puasa). [Dihasankan oleh al Albani]

Kesepulah : Membaca al Qur’an
Salamah bin Kuhail berkata :

كان يقال شهر شعبان شهر القراء
Dahulu bulan sya’ban itu disebut bulannya para pembaca al Qur’an,

Dan adalah Amru bin Qais, apabila masuk bulan sya’ban dia menutup kiosnya dan fokus untuk membaca al Qur’an.